Ketergantungan yang tinggi terhadap pupuk dan pestisida sintetis, apalagi di tengah pademi Covid-19, menyebabkan banyak petani di Desa Tulo tinggal pasrah dan tak mengurus lahannya, bahkan banyak beralih mencari pekerjaan lain di luar sektor pertanian. Permasalahannya adalah masyarakat di Desa tersebut, khususnya kelompok tani Siaga belum memanfaatkan dengan baik limbah pertanian yang cukup banyak tersedia di Desa Tulo menjadi pupuk organik disebabkan rendahnya keterampilan mitra dalam mengolah potensi lokal tersebut. Dengan demikian tujuan kegiatan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada petani dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk yang bernilai ekonomi dengan penambahan Trichoderma sebagai bioaktivator. Di tengah Pandemi Covid-19 petani juga diberikan pendidikan dan penyuluhan tentang protokol penanganan kesehatan Covid-19. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah berupa pelatihan dan bimbingan teknis serta pembuatan demplot untuk meningkatkan keterampilan membuat pupuk organik serta pembuatan formulasi Trichoderma. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kegiatan ini mendapat respon yang baik, terbukti dengan keaktifan mitra dalam mengikuti seluruh kegiatan PKM ini.
Copyrights © 2021