Pandemi di Indonesa belum juga mereda dan terkendali, Mentri kesehatan Indonesia, Dr. dr. Terawan Agus Purtanto, Sp.Rad adalah sosok yang dianggap paling tepat bertanggung jawab memberi penjelasan mengenai situasi sebenarnya dan sejauh apa penanganan yang sudah dilakukan Negara namun kini beliau sangat jarang tampil di hadapan publik untuk menjelaskan mengenai penanganan pandemi Covid-19, Menanggapi hal tersebut banyak masyarakat yang pro dan kontra ikut memberikan pendapat dan tanggapan. Meningkatknya penggunaan internet selama masa pandemic terutama sosial media, menjadi sarana menuangkan pendapat, dimana Salah satunya adalah twitter. memposting tweet merupakan kebiasaan masyarkat untuk menilai atau menanggapi peristiwa mereprensentasikan tanggapan masyarakat terhadap suatu peristiwa, terutama langkah dan kebijakan kementrian kesehatan dalam penanganan dan pemutusan rantai wabah epidemic Covid-19. Melalui postingan tweet tersebut peneliti menganalisis dan membatasi tweet berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan Kinerja Pemerintah, Khususnya Kementrian Kesehatan tersebut atau disebut analisis sentiment. Dengan membandingkan 2 metode Support Vector Machine (SVM) dan Naïve Bayes(NB). Pengujian dilakukan menggunakan k-Fold Cross Validation untuk memperoleh nilai akurasi (accuracy). Hasil pengujian cross validation SVM dan NB mendapatkan nilai accuracy 71,71% dan 66,45% dengan nilai Area Under the Curve (AUC) 0,817 dan 0,499. Hasil dari pengujian kedua algoritma tersebut nilai. accuracy tertinggi adalah SVM sebesar 71,71%
Copyrights © 2021