Perekonomian Kalimantan Barat mengalami kontraksi sedalam 1,82 persen pada tahun 2020. Hal ini disebabkan adanya pandemi global yaitu wabah penyakit virus COVID-19. Seiring terkontraksinya pertumbuhan ekonomi, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada tahun 2020 juga terkontraksi sedalam 0,21 persen. Terkontraksinya pengeluaran konsumsi masyarakat ini dapat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini, selain untuk mempelajari pola konsumsi rumah tangga menurut makanan dan non makanan di perdesaan dan perkotaan, juga untuk mengetahui adanya korelasi tingkat kemiskinan dengan rata-rata pengeluaran konsumsi menurut makanan per kapita di Kalimantan Barat. Analisis deskriptif dengan menyertakan koefisien korelasi rank spearman digunakan dalam penelitian ini, untuk mengetahui korelasi tingkat kemiskinan dan rata-rata pengeluaran konsumsi makanan per kapita. Hasil penelitian ini yaitu, rata-rata pengeluaran konsumsi makanan per kapita di wilayah perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Sedangkan koefisien korelasi rank spearman menghasilkan adanya korelasi positif yang kuat pada tingkat kemiskinan dan rata-rata pengeluaran konsumsi makanan per kapita di Kalimantan Barat Tahun 2021.
Copyrights © 2022