Angka kematian bayi (AKB) merupakan alat ukur yang digunakan sebagai indikator untuk memonitor dan mengevaluasi program serta kebijakan pemerintah. Akan tetapi, AKB masih menjadi permasalahan di Provinsi Kalimantan Barat. Tingginya AKB ini menjadikan penulis ingin mengetahui determinan ketahanan hidup bayi di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017 dengan metode Survival Analysis model Cox Proportional Hazard untuk mengetahui risiko kematian bayi di Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil penelitian, prevalensi ketahanan hidup bayi di Kalimantan Barat lebih rendah terjadi pada bayi dengan tingkat pendidikan ibu dibawah SMP, bekerja, ANC kurang dari 4 kali kunjungan, tidak IMD, dan berstatus miskin. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan risiko ketahanan hidup bayi di Kalimantan Barat adalah tingkat Pendidikan ibu, jumlah kunjungan ANC, status IMD, dan status ekonomi, sedangkan umur ibu saat melahirkan tidak lagi sensitif memengaruhi ketahanan hidup bayi di Kalimantan Barat.
Copyrights © 2022