Proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS). Peneliti juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria. Untuk itu siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran Discovery Learning. Model pembelajaran disovery learning merupakan model pembelajaran yang membantu memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Setelah melaksanakan pembelajaran tematik terpadu dengan model Discovery learning, peneliti menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika model Discovery learning ini diterapkan pada kelas V yang lain ternyata proses dan hasil belalajar siswa sama baiknya. Praktik pembelajaran discovery learning yang berhasil baik ini peneliti simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan model pembelajaran disovery learning.
Copyrights © 2020