Penerapan nilai-nilai dakwah di era digitalisasi merupakan salah satu yang memiliki relevansi penting yang dapat dimanfatkan melalui pembentukan pada dataran medianya. Karenanya, tipologi yang tepat dalam menjembatani nilai-nilai dakwah yang terkandung di dalamnya, dengan sendirinya ikut mengalami pergeseran sebagai wujud determinasi yang dipandang ideal dalam rangka memenuhi konstruksi pada dataran informasi yang bersifat edukatif, yaitu pendidikan dan pengajaran. Atas dasar yang demikian, berarti akan terjadi polarisasi yang menghendaki adanya perubahan pada stigma, yakni “memperoleh pesan dakwah”, harus melalui media digitalisasi adalah suatu yang bersifat solutif, urgen dan terpadu. Dan ini tentu saja melahirkan kembali tradisi konstruks sosial baru yang dibangun melalui media dakwah. Pun sekaligus berharap menciptakan ruang religius di tengah-tengah pusaran global masyarakat. Indikasi ini, dengan demikian, memerlukan pelbagai metode serta aplikasi sebagai upaya penguatan media dakwah yang lebih mengarah secara menyeluruh.
Copyrights © 2021