Penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai feminisme terhadap film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Film ini mendeskripsikan aksi perlawanan perempuan untuk mendobrak budaya partiarki dan relasi kuasa di antara perempuan dan laki-laki yang timpang. Film karya sutradara Mouly Surya berhasil membuktikan bahwa perempuan bukan manusia yang lemah, tapi memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian dianalisis dengan teknik semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Marlina adalah perempuan kuat, tangguh, pemberani dan dapat mengambil keputusannya sendiri untuk mencari keadilan. Bentuk-bentuk perlawanan yang digambarkan Marlina menjadi wujud nyata perjuangan perempuan untuk mendapatkan keadilan dan kesetaraan gender. Film bergenre drama dan thriller ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai feminisme dan mengikis budaya patriarki yang selama ini telah mengakar dan terwarisi secara turun temurun.
Copyrights © 2021