Latar Belakang: Diagnosis Candida spp yang menyebabkan kandidiasis pada pasien kanker paru masih sulit. Kondisi ini berhubungan dengan status immunocompromise pada pasien. Salah satu biomarker yang dapat membantu diagnosis adalah IgM dan IgG antimannan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara status kemoterapi, jumlah neutrophil absolut dengan IgM dan IgG antimannan. Metode: Design penelitian correlative analytic cross-sectional mengikutsertakan 37 pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Kriteria inklusi meliputi pasien berusia >18 tahun dengan kanker paru yang tegak secara patologi anatomi kanker paru bukan sel kecil maupun kanker paru sel kecil, kultur sputumnya tumbuh Candida spp dengan atau tanpa spesies jamur ataupun koloni bakteri. Kriteria eksklusi penelitian ini meliputi pasien kanker paru dengan infeksi HIV dan penyakit autoimun. Dari 37 pasien ada yang sudah menerima kemoterapi dan belum kemoterapi. Dilakukan pemeriksaan jumlah netrofil absolut dan antibodi antimannan IgM dan IgG. Data status kemoterapi, jumlah netrofil absolut dianalisis hubungannya dengan antibodi IgM dan IgG antimannan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada korelasi antara status kemoterapi dengan kepositifan IgM antimannan (p=0.585;r=0.089) maupun IgG antimannan (p=0.124;r=0.245). Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif dengan kekuatan cukup antara jumlah neutrophil absolut dengan antibodi IgM antimannan (p=0,042; r=0,362), namun tidak terdapat hubungan antara jumlah neutrophil absolut dengan antibodi IgG antimannan (p=0,094; r=0,277). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status kemoterapi dengan IgM antimannan maupun IgG antimannan. Terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan cukup, arah positif antara IgM antimannan dengan jumlah netrofil absolut, tetapi tidak ada hubungannya dengan IgG antimannan.
Copyrights © 2022