ABSTRAKSemakin berkembangnya suatu wilayah selalu ditandai dengan pertambahan jumlah penduduk, pertumbuhan kegiatan ekonomi dan industri serta meningkatnya kapasitas pemenuhan kebutuhan air terlebih untuk daerah dengan pemanfaatan lahan sebagai daerah Irigasi yang juga merupakan salah satu kawasan lumbung pangan sebagai penyangga daerah di sekitarnya. DAS Sekampung merupakan salah satu DAS utama di Provinsi Lampung yang masuk ke dalam Wilayah Sungai Seputih-Sekampung yang dikategorikan sebagai Wilayah Sungai strategis nasional yang memiliki potensi ketersediaan air yang besar sekaligus dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air Irigasi pada Daerah Irigasi Sekampung Sistem seluas 55.373 Ha. Dengan ketersediaan air yang ada maka perlu diperhitungkan dan direncanakan pengalokasian air agar dapat memenuhi kebutuhan air untuk daerah di sekitarnya. Untuk mengetahui besaran kebutuhan air, maka diperlukan analisis data dan proyeksi perhitungan kebutuhan air yang terdiri dari kebutuhan air penduduk, ternak, industri, pemeliharaan sungai dan kebutuhan air Irigasi. Sedangkan potensi ketersediaan air dapat diperkirakan dengan pendekatan empiris menggunakan pengalihragaman hujan menjadi aliran sebagai control dari analisis data pengamatan tinggi mukaair pada bangunan pengambilan yang ada di sepanjang Sungai Way Sekampung. Berdasarkan analisis data dan perhitungan alokasi air diketahui bahwa untuk DAS Sekampung tingkat ketersediaan air rata-rata sebesar 26.73 m3/detik sedangkan kebutuhan air rata-rata sebesar 19.26 m3/detik, sehingga kondisi neraca air dapat dikategorikan surplus untuk dapat dilaksanakan pengalokasian air untuk memenuhi kebutuhan air yang ada.Kata kunci: Neraca Air, Alokasi, DAS Sekampung
Copyrights © 2022