FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis

Rini Ambarwati (Pakuan University)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2021

Abstract

Bakteri Staphylococcus epidermidisdapat memperparah luka dengan menyebabkan infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat memperlama proses penyembuhan, bahkan hingga amputasi. Daun Harendong bulu (Clidemia hirta L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai zat antibakteri sehingga dapat diformulasikan menjadi suatu sediaan obat seperti salep untuk dapat digunakan dalam pengobatan infeksi eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan salep dari ekstrak etanol daun Harendong bulu yang memiliki mutu yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Sediaan salep dibuat dalam 4 formula dengan perbedaan konsentrasi ekstrak yaitu formula 1 (9%), formula 2 (10%), formula 3 (11%), dan formula 4 (12%) kemudian dilakukan uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa salep dari masing-masing formula memiliki mutu yang baik dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Formula 3 (11%) dan formula 4 (12%) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi secara berurutan masing-masing dengan lebar daya hambat yaitu 6,287 mm dan 7,687 mm dibandingkan dengan formula 1, 2 dan kontrol positif (gentamisin sulfat 0,1%) dalam menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis.FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

fitofarmaka

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology

Description

FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, ...