Infeksi COVID-19 (Coronavirus disease) saat ini telah menjadi pandemi. Salah satu tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan untuk penanganan pasien COVID-19 adalah perawat UGD. Perawat UGD berisiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19. Perawat bekerja di bawah tekanan, waktu kerja yang lama, beban kerja yang berlebihan, kadang-kadang tanpa pelatihan yang tepat, peralatan perlindungan pribadi yang kurang memadai, dan adanya diskriminasi. Hal itulah yang memicu terjadinya stres pada perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran stres kerja perawat UGD yang bekerja di Puskesmas pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan jumlah sampel sebanyak 30 perawat yang diambil melalui teknik total sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner stres kerja. Rentang usia perawat 24-49 tahun dengan jenis kelamin mayoritas adalah perempuan (56,7%), sebagian besar perawat berlatar pendidikan S1 Ners (86.7%) dengan pengalaman kerja mayoritas dalam rentang 3-5 tahun sebanyak 40.0%. Seluruh perawat UGD pada masa pandemi Covid-19 mengalami stres kerja berat (100%). Sebaiknya perawat selalu berusaha untuk mengendalikan dan mengenali tigkat stres agar tetap memberikan pelayanan keperawatan dengan baik dan optimal dimasa pandemi.
Copyrights © 2022