Tulisan ini membahas tentang cara pengasuhan anak perempuan yang dilakukan oleh Mangkunegara VII pada awal abad ke-20. Dalam historiografi Jawa, Mangkunegara VII dikenal sebagai seorang aristokrat modern yang melakukan berbagai inovasi, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Semangat dalam melakukan perubahan berdampak pula pada cara mengasuh anak-anak perempuannya. Dari penelitian sejarah dengan menganalisis dokumen yang ditemukan, membuktikan bahwa Mangkunegara VII memberikan akses kepada anak perempuannya untuk keluar dari kenyamanan hidup di dalam tembok keraton dan berinteraksi luas dengan komunitas publik. Mangkunegara VII memberikan kesempatan luas pula pada anak-anak perempuannya untuk berinteraksi dengan dunia luar melalui ekspresi seni dan budaya Jawa. Oleh karena itu, tulisan ini fokus pada akar historis pola asuh yang diberikan oleh Mangkunegara VII terhadap ketiga anak perempuannya, yaitu Partini, Partinah, dan Gusti Nurul, sehingga ide emansipasi terpatri kuat di dalam pemikiran ketiga anak perempuannya. Simpulan penting riset ini adalah bawah pemberian kesempatan kepada anak-anak perempuan untuk mengekspresikan seni dan budaya Jawa merupakan strategi Mangkunegara VII dalam merespons modernitas pada awal abad ke-20.
Copyrights © 2021