Festival Duan Wu ditetapkan pada kalender lunar hari ke-5 bulan ke-5 merupakan tradisi Tiongkok kuno yang dipercayai hingga saat ini oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Kota Tanjung Pinang yang sempat menjadi kota didominasi oleh etnis Tionghoa dengan persentase terbanyak sekitar 58,86% juga rutin menyelenggarakan tradisi turun temurun ini setiap tahunnya. Praktik budaya yang digelar meliputi pemujaan Dewa, konsumsi bakcang dan kicang, dan perlombaan dragon boat race di rumah pelantar. Setiap komponen pada praktik budaya memiliki arti penting bagi etnis Tionghoa Tanjung Pinang. Melalui penelitian kualitatif, peneliti melakukan studi literatur dari berbagai artikel Tiongkok, mewawancarai etnis Tionghoa setempat dan mengkolektif data visual guna menentukan objek yang paling banyak digunakan dan memiliki makna historis. Peneliti menemukan bahwa naga Tiongkok; bakcang; dan perahu naga yang paling dapat melambangkan Festival Duan Wu. Dengan tujuh elemen visual desain, peneliti mengembangkannya menjadi desain emblem melalui simbol, pola, ilustrasi, dan warna.
Copyrights © 2022