Evaluasi merupakan bagian penting dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia (BI) harus memiliki kemampuan yang memadai tentang pelaksanaan evaluasi tersebut. Dalam Kurikulum 2013 (K-13) terdapat satu jenis penilaian yang harus dilakukan yaitu penilaian otentik (authentic assessment). Guru harus memiliki kemampuan yang memadai tentang hal ini, terutama untuk menilai proses dan hasil pembelajran bahasa Indonesia. Pada awal dan akhir kegiatan dilakukan tes dalam bentuk refleksi diri tentang aspek-aspek penilaian otentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data diperoleh dari proses analisi dokumen perangkat pembelajaran, instrument tes, dan sistem penilaian jurnal oleh guru bahasa Indonsia serta hasil observasi di lapangan. Dari data tersebut ditemukan beragai masalah yang dihadapi guru tentang evaluasi otentik pada pembelajaran bahasa indonesa. Oleh karena itu penulis membahas lebih dalam tentang proses penilaian otentik pada siswa di artikel ini. Terdapat beberapa poin yang dibahas yaitu tentang perencanaan awal proses pembelajaran, penilaian proses pembelajaran,dan yang terakhir adalah pembahasan tentang bentuk pengembangan evaluasi pembelajaran.
Copyrights © 2021