Persaingan usaha di bidang perbankan saat ini semakin meningkat, hal ini mendorong munculnya ide-ide kreatif tentang strategi bisnis yang tepat. Besarnya pangsa pasar menunjukkan daya saing bank dan juga mempengaruhi keuntungan bank sehingga besarnya pangsa pasar di suatu tempat dianggap sebagai salah satu penentu keberhasilan bank. Meskipun kinerja keuangan BCA relatif kuat, namun sebagai bank dengan banyak cabang, kinerja masing-masing cabang BCA tidaklah sama. Ditinjau dari data pangsa pasar BCA cabang wilayah 1 Bandung tahun 2008 sampai dengan tahun 2013, menunjukkan bahwa masing-masing cabang memiliki kinerja yang berbeda-beda. Dari data BCA Cabang Wilayah 1, pangsa pasar BCA Cabang Garut lebih rendah dari beberapa cabang lainnya dan relatif lambat dan menunjukkan penurunan dari tahun 2008 - 2013. Kerangka konseptual dirumuskan untuk memberikan solusi atas permasalahan bisnis yang dihadapi BCA Cabang Garut. Untuk itu penulis mengusulkan strategi bisnis untuk menyelesaikan masalah bisnis yang dihadapi BCA Cabang Garut, penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen strategi. Masalah utama yang dihadapi BCA Cabang Garut adalah lambatnya pertumbuhan dan penurunan pangsa pasar. Setelah dilakukan analisa internal dan eksternal serta survey langsung, diketahui bahwa BCA Cabang Garut masih kekurangan jumlah kantor cabang pembantu di Garut, tidak ada staf khusus pemasaran dan penjualan (Relationship Officer), tempat usaha yang kurang substansial dan promosi yang kurang serta masih adanya kesenjangan dalam kualitas layanan. Strategi yang dirumuskan diharapkan dapat menjawab tujuan penelitian ini sehingga asalah utama BCA Cabang Garut yaitu penurunan pangsa pasar dapat terjawab. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mengenai usulan strategi BCA Cabang Garut untuk meningkatkan pangsa pasar, beberapa rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan keunggulan dan inovasi produk secara berkesinambungan, terus meningkatkan kemajuan teknologi informasi, fokus pada Research & Development dalam tata kelola dan manajemen risiko, meningkatkan infrastruktur, jaringan ATM dan Cabang, sistem dan layanan, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, meningkatkan keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia agar lebih handal dalam memberikan layanan kepada pelanggan, merekrut lebih banyak sumber daya manusia untuk memberikan layanan yang optimal kepada pelanggan, meningkatkan promosi melalui program yang menarik, melakukan diferensiasi dengan pesaing dalam hal produk dan layanan.
Copyrights © 2021