Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehidupan masyarakat yang melakukan pengobatan buang temas dibandingkan pengobatan modern pada saat ini. Prilaku masyarakat Desa Kayu Ara dipengaruhi dari ajaran nenek moyang mereka terdahulu. Jenis penelitian adalah field research (lapangan) dan metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, cara pelaksanaan pengobatan ini menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim dalam pengobatan modern, seperti menggunakan beras warna kuning dan hitam, sirih, pinang dan lainnya. Penelitian ini mendapati bahwa dan unsur-unsur magis yang peneliti dapatkan, yaitu magi perbuatan seperti membuat mozaik yang berbentuk manusia dengan beras kuning dan hitam, memutar talam di atas pasien, menyemprot parfum dan menabur bertih di depan pintu rumah orang yang terkena penyakit.
Copyrights © 2021