Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi maskulinitas perempuan pada iklan produk kosmetik (make up) Lakme versi Agnez Mo dan Megan Fox yang tayang di YouTube dan televisi dengan durasi sepanjang 60 detik. Metode penelitian dilakukan adalah dengan metode kualitatif berupa metode analisis Semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah tayangan iklan produk kosmetik (make up) Lakme versi Agnez Mo dan Megan Fox yang tayang di YouTube dan televisi, sementara objek penelitiannya adalah maskulinitas perempuan dalam iklan produk kosmetik (make up) Lakme versi Agnez Mo dan Megan Fox. Peneliti menggunakan analisis semiotoka dari Roland Barthes untuk mengetahui unsur-unsur maskulinitas perempuan yang terdapat di dalam iklan produk kosmetik (make up) Lakme versi Agnez Mo dan Megan Fox. Setelah itu peneliti menganalisis makna konotasi, denotasi, dan mitos pada data yang telah diperoleh. Hasil penelitian pada iklan ini menunjukkan bahwa konsep patriarki yang telah terkonstruksi berusaha dikikis dengan visualisasi bahwa perempuan bisa menjadi sosok yang kuat, mandiri, dominan, dan juga perkasa, namun dalam waktu yang bersamaan juga tetap dapat telihat cantik meskipun tidak menonjolkan bagian dan liukan tubuh tertentu. Standar kecantikan perempuan berusaha untuk digeser. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk meraih perhatian dari calon konsumen yang pada akhirnya berdampak pada keputusan untuk membeli produk tersebut.
Copyrights © 2021