Sektor Perbankan adalah sektor usaha yang dikategorikan sebagai entitas yang memiliki risiko tinggi, se-hingga dibutuhkan sebuah corporate risk disclosure yang menunjukkan keefektifan pengelolaan ketid-akpastian perusahaan terkait risiko dan sebagai dasar stakeholder dalam mengambil suatu kebijakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan risiko pe-rusahaan pada emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2018. Metode pengum-pulan sampling adalah dengan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria penentuan sampling ada-lah perusahaan perbankan konvensional yang mempublikasikan annual report dari tahun 2011-2018. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa annual report 26 perusahaan perbankan yang ter-daftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2018. Metode Analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Data Panel dengan menggunakan Fixed Effect Model. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap corporate risk disclosure, sedangkan jumlah de-wan komisaris, jumlah dewan komisaris independen dan leverage tidak berpengaruh terhadap corporate risk disclosure. Secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh terhadap corporate risk disclo-sure.
Copyrights © 2020