Produk udang beku merupakan produk olahan perikanan yang bernilai ekonomis dan tinggi akan gizi, sehingga banyak permintaan akan produk udang berupa udang segar baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Banyaknya permintaan akan produk udang maka dari itu cara pengolahannya harus diperhatikan agar udang tidak mengalami kerusakan dan pembusukan pada saat pemenuhan permintaan konsumen. Salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kualitas dan mutu udang adalah metode pembekuan. Udang windu dapat diolah menjadi produk beku jenis Peeled Deveined Tail On (PDTO) dengan metode pembekuan Individual Quick Frozen (IQF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen alur proses produksi udang windu (Penaeus monodon Fabr.) beku dengan metode Individual Quick Frozen (IQF). Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, partisipasi langsung di lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen alur proses produksi dalam pembekuan udang windu jenis PDTO dimulai dari penerimaan bahan baku, penanganan awal, sortir Head On (HO), Pemotongan Kepala (PK), penimbangan III, pencucian III, sortir Head Less (HL), pengecekan, pencucian IV, pengupasan, pencucian V, tiris, penimbangan IV, cek akhir, pencucian VI, tiris, penimbangan V, perendaman, penimbangan VI, pembekuan dengan mesin IQF, penimbangan beku, penggelasan, pengemasan dan pelabelan sementara, penyimpanan beku, serta pelabelan dan pengepakan.
Copyrights © 2021