Abortus merupakan suatu fakta yang tidak dapat dipungkiri dan bahkan menjadi bahan bahasan yang menarik serta dilema yang saat ini menjadi fenomena sosial karena menyangkut banyak aspek kehidupan manusia yang berkaitan dengan etika, moral dan agama serta hukum . Abortus Provocatus merupakan cara yang paling sering digunakan mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan, meskipun merupakan cara yang paling berbahaya. Abortus Provocatus dibagi dalam dua jenis, yaitu Abortus Provocatus Therapeuticus dan Abortus Provocatus Criminalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Provocatus di Rumah Sakit Islam Gorontalo tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross Sectional Study). Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan paritas, status perkawinan, penolong awal persalinan dengan kejadian abortus provokatus, dimana variabel independen dan variabel dependen diamati pada waktu dan tempat yang bersamaan (Point time approach). Hasil penelitian paritas merupakan faktor yang mempengaruhi Kejadian Abortus Provokatus Di Rumah Sakit Islam Kota Gorontalo tahun 2016 sebanyak 64,52%. Status perkawinan merupakan faktor yang mempengaruhi Kejadian Abortus Provokatus Di Rumah Sakit Islam Kota Gorontalo tahun 2016 sebanyak 58,06%. Penolong awal persalinan merupakan faktor yang mempengaruhi Kejadian Abortus Provokatus Di Rumah Sakit Islam Kota Gorontalo tahun 2014 sebanyak 54,84%. Ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor kejadian Abortus Provokatus Di Rumah Sakit Islam Kota Gorontalo Tahun 2016.
Copyrights © 2016