Pendidikan yang memuat keilmuan dikotomis akan mengakibatkan krisis yang menghadirkan lulusan lembaga pendidikan bersifat materialistis, individualistis, dan kekeringan spiritualitas. Untuk itu diperlukan rekonstruksi pada penyelenggaraan pendidikan berupa pengintegrasian sains dan nilai-nilai agama Islam untuk dijadikan urat nadi penyelenggaraan pendidikan pada seluruh institusi, apalagi yang berlebelkan kelembagaan Islam. Di samping itu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak berlebelkan Islam membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam jauh tertinggal. Inilah yang mendasari lahirnya gerakan pemerintah secara nyata dalam integrasi keilmuan dengan mewujudkan Universitas Islam Negeri di Indonesia. Kajian ini menarik karena erat kaitannnya dengan implementasi integrasi keilmuan.Kata Kunci: Integrasi; Islam; Sains; UINĀ
Copyrights © 2021