Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional
Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Politica November 2021

Voter Confusion in Surabaya: The Problem of Ballot Design and Incompetence [Kebingungan Pemilih di Surabaya: Masalah Desain Kertas Suara dan Inkompetensi]

Aryo Wasisto (Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2021

Abstract

The simultaneous scheme in the 2019 elections in Indonesia caused voter confusion, especially in the legislative elections. Citizens who are confused and disappointed when voting candidates characterize the declining quality of representation in electoral democracy. This study aims to determine the factors of confusion among citizens when they are in the voting booth. The case study research was conducted in Surabaya by interviewing 54 residents after the general election using recalling questions and in-depth interviews. The results show that the voter confusion factor is the effect of the complex design of the 2019 legislative election ballot paper, the lack of socialization about election procedures, and the difficulty of respondents understanding the simultaneous election models. The competency category shows that voter confusion is the respondents' low interest in political discussions and inadequate political knowledge. These two competence issues affect the quality of voters' political participation. Voter confusion in Surabaya generally motivates the phenomena of incorrect and misleading voting.AbstrakSkema serentak dalam pemilu 2019 di Indonesia menimbulkan fenomena kebingungan pemilih, khususnya pada pemilihan legislatif. Warga yang bingung dan kecewa pada saat memilih kandidat mencirikan menurunnya kualitas representasi dalam demokrasi elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor kebingungan warga saat berada di bilik suara. Penelitian studi kasus dilakukan di Surabaya dengan mewawancarai 54 warga pasca pemilihan umum dengan menggunakan teknik recalling question dan deep interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kebingungan pemilih merupakan efek dari desain kertas suara pemilihan legislatif 2019 yang kompleks, minimnya sosialisasi mengenai tata cara pemilu, dan sulitnya responden memahami pemilihan model serentak. Kategori kompetensi menunujukkan bahwa kebingungan terjadi karena rendahnya ketertarikan responden dalam diskusi politik dan rendahnya pengetahuan politik. Dua masalah komptensi ini berefek pada kualitas partisipasi politik pemilih. Kebingungan pemilih di Surabaya secara umum memotivasi fenomena incorrect voting dan misleading voting.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

politica

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Politica memuat tulisan-tulisan ilmiah hasil kajian dan penelitian tentang masalah-masalah strategis di bidang politik dalam negeri dan hubungan internasional. Jurnal ini merupakan wadah bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang politik dalam negeri dan hubungan internasional ...