Gadget digunakan oleh hampir semua kalangan dengan mobilitas yang tinggi sehingga membutuhkan catu daya listrik hampir di semua tempat dan kondisi ketika baterai hampir habis. Keterbatasan catu daya listrik PLN dan keterbatasan energi fosil seharusnya lambat laun akan tergantikan dengan energi terbarukan dari tenaga surya, tenaga bayu, tenaga air, panas bumi serta yang lainnya. Dalam penelitian ini kami mengusulkan sebuah arsitektur hardware untuk menciptakan Smart Charger. Kami memanfaatkan energi surya sebagai penghasil listrik di mana terdapat tracker solar panel yang bisa berputar untuk menangkap sinar matahari lebih banyak, serta penambahan dinamo generator DC dan fly whell untuk melipat ganakan daya yang ada. Hasil penelitian menunjukkan pemakaian dual inverter yaitu On Grid dan Off Grid lebih baik dari sisi pemakaian yang tidak menimbulkan overheating sehingga lebih awet dan baterai pun juga demikian. Pemakaian SCC MPPT dapat menaikan efekrifitas penyimpanan daya sebesar 2% di banding mode PWM. Sehingga di perancangan smart charget ini memakai dual inverter dan MPPT SCC.
Copyrights © 2021