Jurnal Ilmiah Farmasi
2022: Special Issue

Assessment of prescribing pattern based on WHO indicators at “X” Primary Health Care in Sleman Regency

Kristy Tri Wardhani (Program Studi Profesi Apoteker, Jurusan Farmasi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta)
Dian Medisa (Program Studi Profesi Apoteker, Jurusan Farmasi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta)
Saepudin Saepudin (Drug Utilization Research Centre, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta)
Ifada Ifada (Puskesmas Gamping 2, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
26 Jan 2022

Abstract

Abstract Background: Puskesmas is a primary level of health service facility that must implement rational drug use. A rational prescribing pattern will improve the quality of health services.Objective: The aim of this study was to know the prescribing pattern at the "X" Primary Health Care in Sleman Regency based on WHO indicators.Method: A retrospective observational study was conducted to assess the prescribing pattern. The sample was selected using simple random sampling and analyzed descriptively. The data was collected from prescriptions in Mei 2019.Result: The results of this study showed the average number of drugs per prescription was 2.66, drugs prescribed by generic name was 100%. The percentage of encounter in which injection and antibiotic was prescribed was 0% and 15.83% respectively. Most drugs (91.85%) were included in National Formulary.Conclusion: It can be concluded that the prescribing pattern at Puskesmas X is rational according to the target of the Ministry of Health and WHO, but it is necessary to carry out a continuous MTP (monitoring training planning) process involving related parties.Keywords: prescribing pattern, primary health care, Sleman, WHO indicatorsIntisari Latar belakang: Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat I yang harus menerapkan penggunaan obat rasional. Pola peresepan yang rasional akan menghasilkan kualitas dalam pelayanan kesehatan masyarakat.Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola peresepan di Puskesmas “X” Kabupaten Sleman berdasarkan indikator peresepan WHO.Metode: Penelitian merupakan penelitian observasional secara retrospektif menggunakan resep bulan Mei 2019. Sampel resep diambil dengan metode random sampling dan data dianalisis secara deskriptif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah obat per lembar resep adalah 2,66, tingkat peresepan obat dengan nama generik 100%, tingkat penggunaan antibiotik sebesar 15,83% dari total kasus, tingkat peresepan injeksi 0%, dan kesesuaian peresepan dengan Formularium Nasional 2017 sebesar 91,85%.Kesimpulan: Pola peresepan di Puskesmas X sudah rasional sesuai target Kementerian Kesehatan dan WHO, namun perlu dilakukan proses MTP (monitoring training planning) berkesinambungan melibatkan pihak terkait.Kata kunci: pola peresepan, puskesmas, Sleman, indikator WHO 

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JIF

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta ...