Sistem pentanahan berperan penting untuk mengamankan suatu peralatan, sistem kelistrikan, manusia, maupun lingkungan disekitarnya dari lonjakan tegangan yang berlebih dengan mengalirkan arus listriknya ke dalam tanah sebagai titik netralnya. Sesuai PUIL 2000, tahanan jenis tanah harus lebih kecil dari 5 ohm agar arus listrik dapat mengalir. Namun, dari hasil pengukuran nilai tahanan tanah di lapangan, kebanyakan didapati nilai tahanan tanah yang lebih besar dari 5 ohm. Hal ini membuat sistem pentanahan untuk memproteksi sistem kelistrikan menjadi tidak efektif. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pemantauan dan pengendalian nilai tahanan tanah secara otomatis. Sistem yang dibuat terdiri dari mikrokontroller arduino uno, sensor arus, tegangan, dan ultrasonik, serta aktuator berupa solenoid valve. Dengan menggunakan sistem yang dibuat, nilai tahanan tanah dapat dijaga pada rentang yang diinginkan dengan penambahan zat aditif secara otomatis. Sistem juga mampu memberikan notifikasi kepada operator berupa sms jika jumlah zat aditif sudah sedikit.
Copyrights © 2022