Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meambahkan variabel online visual merchandising ke dalam Technology Acceptance Model (TAM) oleh Davis (1989) dan menguji apakah pengguna aplikasi Shopee bersedia untuk menggunakan kembali aplikasi tersebut. Dengan demikian, penelitian ini menentukan hubungan kausal struktural antara online visual merchandising, dan enam konstruk Technology Acceptance Model (TAM). Sebanyak 100 responden yang berdomisili di Kota Denpasar dan telah menggunakan aplikasi Shopee menanggapi kuesioner tersebut. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan diuji menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasilnya mengungkapkan bahwa Online Visual Merchandising (OVM) memberikan efek yang positif terhadap Perceived Usefulness (PU); Online Visual Merchandising (OVM) dan Perceived Ease of Use (PEOU) secara positif mempengaruhi Perceived Usefulness (PU); Perceived Usefulness (PU) secara positif mempengaruhi Attitude Toward Using (ATU) dan Behavioral Intention to Use (BITU); Perceived Ease of use (PEOU) memberikan pengaruh yang paling signifikan terhadap Attitude Toward Using (ATU); Attitude Toward Using (ATU) memberikan efek yang positif terhadap Behavioral Intention to Use (BITU), dan Behavioral Intention to Use (BITU) memberikan efek positif terhadap Actual System Use (ASU). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa online visual merchandising memiliki pengaruh penting terhadap penggunaan aplikasi Shopee dan juga mempengaruhi penggunaan kembali aplikasi Shopee oleh pengguna.
Copyrights © 2021