Tanah longsor adalah suatu gerakan tanah atau batuan yang menuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Longsor sering terjadi pada wilayah dengan curahhujan yang tinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan pada lereng, salahsatu contohnya dengan perkuatan tiang. Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam modellingbox dan dipadatkan dengan silinder beton sebanyak 15 kali setiap lapisannya denganketebalan 10 cm hingga mencapai ketebalan 70 cm. Lalu tancapkan tiang sebagai perkuatanhingga kedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar tiangnya adalah 10 cm,kemudian dilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan 50o. Pada lereng dengan2 baris tiang perkuatan dengan D2/D1 = 0,85 didapatkan daya dukung terbesar yaitu 0,605kg/cm2. Untuk posisi tiang baris kedua yang optimal berada pada posisi tengah atas. Padavariasi posisi tiang baris kedua lokasi tiang optimalnya yaitu pada Lx/L = 0,6. Dengananalisis menggunakan program FEM, angka keamanan pada lereng tanpa perkuatandiperoleh sebesar 1,065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris tiang pada Lx/L = 0,9dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angka keamanan sebesar 1,393. Untuk lereng dengan perkuatandua baris tiang diperoleh angka keamanan sebesar 1,436 pada program FEM 3D. Angkakeamanan terbesar diperoleh pada variasi tiang baris kedua pada posisi Lx/L = 0,6.Kata Kunci: Longsor, Lereng, Perkuatan, Tiang, Angka keamana
Copyrights © 2021