Kemampuan teknis kecabangan umumnya pasti dikuasai oleh pelatih karena mereka yang berprofesi pelatih adalah mantan atlet atau person yang sudah memiliki sertifikasi kepelatihan dari berbagai macam penataran, training dan coaching clinic. Namun kemampuan melakukan komunikasi dalam kepelatihan belum tentu sepenuhnya dikuasai oleh kebanyakan pelatih.. Ttjuan penelitian ini adalah menambah pengembangan teoritis terhadap kajian komunikasi kepelatihan olah raga terutama dalam proses pelatihan fisik dan mental atlet dalam meningkatkan prestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi kepelatihan di antara empat cabang olah raga yang berbeda antara pelatih dan atlet berkembang dalam proses pelatihan dan diluar pelatihan. Bentuk komunikasi kepelatihan selama pelatihan dan di luar pelatihan umumnya adalah bersifat langsung tatap muka. Metode yang digunakan dalamĀ komunikasi kepelatihan adalah menggunakan ceramah, dan demonstrasi serta juga melibatkan media video untuk lebih memberikan stimuli motivasi prestasi kepada masing-masing atlet. Pendekatan yang dilakukan dalam komunikasi kepelatihan adalah pendekatan keterbukaan, kekeluargaan dan personal dengan metode ceramah dan demonstrasi serta pemanfaatan video. Pemilihan metode dan pendekatanĀ komunikasi kepelatihan tersebut sudah terbukti mampu memotivasi dan membangun kepercayaan diri atlet serta atlet dapat menerima dan menfsirkan pesan instruksional yang disampaikan dan diinginkan oleh para pelatih. Saran dan rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah pada sertifikasi pelatih pada masing-masing pelatih cabang olah raga.
Copyrights © 2021