Abstrak = Kearifan Lokal sebagai Jiwa Pengungkapan Corporate Social ResponsibilityTujuan Utama - Tulisan ini bertujuan untuk menginterpretasikan praktik dan pengungkapan CSR terkait dengan budaya kearifan lokal.Metode - Tulisan ini menggunakan metode studi kasus. Penulis melakukan wawancara dan penelusuran mendalam terhadap bentuk CSR pada sebuah perusahaan.Temuan Utama - Internalisasi budaya dapat menjadi pijakan dalam banyak kegiatan. Internalisasi ini dikhususkan dalam pelaksanaan kegiatan dan pengungkapan CSR. Hal ini dapat diasumsikan sebagai bentuk corporate ibadah.Implikasi Teori dan Praktis - Budaya petatah-petitih Sunan Gunung Jati dilakukan sebagai wujud pelaksanaan praktik dan pengungkapan CSR. Hal ini digunakan untuk menjaga hubungan baik antara entitas dan pemangku kepentingan.Kebaruan - Tulisan ini mengisi gap mengenai praktik dan pengungkapan CSR terkait kearifan lokal yang dimiliki suatu daerah. Abstract - Local Wisdom as the Soul of Corporate Social Responsibility DisclosureMain Purpose – This paper aims to interpret the CSR practice and disclosure associated with the local wisdom.Method - This paper uses a case study method. The author conducts interviews and in-depth searches on CSR in a company.Main Findings – Internalization culture can be a foothold in many activities. This internalization is focused on the implementation of CSR activities and disclosures. It can be assumed as a form of corporate ibadah.Theory and Practical Implications – The culture of oral lore of Sunan Gunung Jati is carried out as a form of CSR practices and disclosures. It is used to maintain good relations between entities and stakeholders.Novelty - This paper fills the gaps related to CSR practices and disclosures associated with local wisdom owned by an area.
Copyrights © 2021