Biodiesel berasal dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi menghasilkan metil ester. Biodiesel memiliki banyak keunggulan sebagai alternatif pengganti minyak solar karena bersifat terbarukan dan ramah lingkungan. Salah satu permasalahan dalam pemanfaatannya adalah mudahnya biodiesel mengikat molekul air karena bersifat higroskopis. Di dalam proses pengujian biodiesel dan campuran biodiesel (BXX), permasalahan ini berpotensi menimbulkan bias hasil uji karena adanya jeda waktu antara pengambilan sampel dengan pengujian selama dalam proses penyimpanan. Untuk melihat pengaruh penyimpanan pada sampel retain, maka biodiesel (B100), B30 dan B40 disimpan selama 10 minggu dengan dan tanpa injeksi nitrogen. Kemudian pada tiap sampel diuji kadar air dan angka asamnya selama masa penyimpanan tersebut. Hasilnya dievaluasi dengan persyaratan untuk kadar air B100 maksimal 500 ppm sedangkan untuk B30 dan B40 maksimal 425ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nitrogen (untuk sampel B100, B30, B40) tidak berbeda signifikan dengan tanpa nitrogen. Berdasarkan hasil pengujian, sampel retain B100, B30 dan B40 masih memenuhi persyaratan mutu hingga minggu keempat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar sampel B100, B30, dan B40 dan BXX segera dilakukan pengujian setelah diterima dan disimpan tidaklebih dari 4 minggu.
Copyrights © 2021