Wabah COVID-19 bermutasi sepanjang waktu, faktor utama penyebaran infeksi pada manusia yakni mobilitas yang disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan hidup (fisik) dan kebutuhan bersosialisasi (non-fisik). Kondisi tersebut tidak menutup realitas terjadinya pelanggaran protokol kesehatan hingga lockdown dengan dalih bertahan hidup, sebagaimana yang terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kotagede. Probabilitas transmisi luar ruangan tetap menjadi ancaman, terlebih lagi komunitas sosial masyarakat di Kotagede berbentuk organik dengan berlatar belakang unsur kohesi moral (gemeinschaft). Preposisi tersebut didukung oleh pendekatan rasionalistiknormatif berlandaskan prosedur baku. Urgensi riset ini bermaksud mengevaluasi keberlangsungan identitas perumahan linear di Kotagede dengan pertimbangan risiko penularan wabah COVID-19. Hasilnya berupa evaluasi paradigma perumahan sebagai identitas wilayah dalam konteks pasca pandemi COVID-19.
Copyrights © 2022