Pelestarian kearifan lokal di bidang arsitektur diharapkan mampu memberi kontribusi dalam menjaga keberlangsungan keberagaman budaya nusantara. Rumah sebagai produk warisan arsitektur tradisional mempunyai banyak tantangan untuk mengikuti perkembangan zaman. Sebagai bagian dari bangunan rumah, atap mengambil peran yang sangat signifikan dalam menentukan langgam atau gaya bangunan. Kita dapat mengetahui asal/lokasi rumah tradisional di Indonesia dari bentuk atapnya. Bahkan di beberapa budaya di Indonesia, bentuk atap rumah mempunyai peran untuk menunjukkan status/tingkatan sosial penghuninya. Proses adaptasi dan modifikasi bentuk rumah tradisional diharapkan mampu menjaga kelestarian kearifan lokal. Salah satu studi kasus yang akan dipaparkan pada makalah ini yaitu rumah tinggal di perumahan Hyarta Residence, Yogyakarta. Proses adaptasi/modifikasi tidak hanya pada bentuk atap namun juga pada komponen struktur dan material bahan bangunannya. Hal tersebut kemudian berdampak pada pada teknik pengerjaan yang berbeda dengan bangunan tradisonal pada umumnya. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan analisis kualitatif dengan melakukan studi observasi lapangan dan studi literatur. Data-data tersebut kemudian diolah dan dibuat analisis deskriptif berupa penjelasan mengenai bentuk atap, struktur rangka dan bahan penutup atap dalam rangka menjaga kelestarian kearifan lokal
Copyrights © 2021