Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue. Vektor Pengendalian menggunakan insektisida merupakan upaya yang sering digunakan untuk mencegah angka insiden DBD. Penelitian Penyanyi bertujuan untuk review mengetahui statusnya kerentanan nyamuk Aedes aegypti Terhadap insektisida Sipermetrin di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan dan mempelajari status pelaporan nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida Sipermetrin yang diujikan dengan menggunakan metode uji kerentanan (WHO standar) dengan menggunakan kertas diresapi yang mengandung 0,05% Sipermetrin. Nyamuk Aedes aegypti diperoleh dari area perimeter dan penyangga Tanjung Balai Karimun dengan menggunakan ovitrap, telur yang diperoleh dari pemasangan ovitrap kemudian di pemeliharaan menjadi nyamuk dewasa generasi pertama. Nyamuk yang digunakan sebanyak 240 sampel Aedes aegypti betina pada 3-5 hari, nyamuk dikontakkan selama 1 jam dan diholding selama 24 jam dan dihitung persentase kematiannya. Berdasarkan Standar WHO persentase kematian nyamuk ≥ 98% rentan, 90% ˂98% terduga resisten dan ˂90% resisten. Nyamuk Aedes aegypti dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun menunjukkan masih rentan terhadap insektisida sipermetrin 98,75% untuk daerah perimeter dan 100% untuk daerah penyangga.
Copyrights © 2020