Proses belajar mengajar akuntansi dengan metode ceramah sudah ketinggalan karena membuat siswa bosan, pasif dan tidak menarik sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Salah satu model untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yaitu melalui Model Problem Posing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar materi akuntansi pendapatan satuan kerja dan pendapatan desa/kelurahan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus meliputi : persiapan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntansi 2 SMK N 1 Slawi yang berjumlah 33 siswa. Pembelajaran Problem Posing memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis masalah. Dari hasil penelitian terlihat peningkatan aktivitas dan hasil belajar materi akuntansi pendapatan satuan kerja dan desa/kelurahan dari kondisi awal (prasiklus) banyak peserta didik yang pasif dan kurang antusias, ke kondisi akhir (siklus II) dengan kondisi peserta didik yang semangat, aktif bertanya maupun menanggapi pertanyaan, aktif dalam pembelajaran, aktif memecahkan masalah dan mampu bekerjasama. Hasil pengetahuan dan keterampilan akuntansi materi ini juga meningkat dari kondisi awal persentase jumlah peserta didik yang tuntas (telah memenuhi KKM) sebesar 42% dan 33% meningkat pada Siklus I menjadi 61% dan 67% pada kondisi akhir siklus II menjadi 91 dan 88 %
Copyrights © 2022