Kegiatan ekonomi akibat kebijakan PSBB dan PPKM berdampak pada perekonomian secara keseluruhan, antara lain penurunan tingkat pendapatan dan kinerja perusahaan di seluruh Indonesia dan kegiatan sosial di seluruh Indonesia. Penelitian ini dilakukan kembali untuk memberikan bukti empiris atas kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dimana banyak pemangku kepentingan akan melihat dan menilai kinerja keuangannya. Rasio keuangan kembali diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas dengan proksi Return On Assets karena merupakan bottom-line stakeholders dalam pengambilan keputusan bisnis. Faktor anteseden yang digunakan meliputi likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas. Jenis penelitian adalah kausalitas dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini melibatkan sepuluh sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada subsektor industri kimia periode 2017-2020. Analisis data dimulai dengan menganalisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa likuiditas dengan pengukuran rasio lancar dan rasio aktivitas dengan pengukuran perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets perusahaan. Sedangkan solvabilitas dengan pengukuran debt-to-equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Assets perusahaan
Copyrights © 2021