ABSTRAKProgram Jaminan Kesehatan Nasional membuat peningkatan jumah pasien di rumah sakit menyebabkan rumah sakit mengalami penurunan mutu pelayanan dan perbedaan sistem pembayaran membuat mengakibatkan terjadinya perbedaan tarif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tarif rumah sakit dan tarif INA-CBGs. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel Penelitian adalah 5 diagnosa berjumlah 500 dengan 100 pasien untuk tiap – tiap diagnosa. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan tarif rumah sakit dan tarif INA- CBGs dengan tarif rumah sakit lebih besar dari tarif INA-CBGs terjadi pada diagnosa Hypertensive heart disease with (congestive) heart failure sebesar Rp. 37.563.200 (66,444%), Non-insulin-dependent diabetes mellitus sebesar Rp.19.525.441 (7,66%), Atherosclerotic heart disease sebesar Rp. 13.119.235 atau sekitar (39,63%). Dan tarif rumah sakit lebih kecil dari tarif INA-CBGs terjadi pada diagnosa Low back pain sebesar Rp.1.026.299 (8,32%), dan Essential (primary) hypertension sebesar Rp. 2.403.169 (12.38%).Keywords: Selisih, Tarif Rumah Sakit, Tarif INA-CBGs
Copyrights © 2021