Tinggal di area urban telah dianggap sebagai pilihan yang terbaik untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Hal tersebut terlihat dari jumlah pelaku urbanisasi yang terus bertambah setiap tahun. Padahal, citra kota sebagai tempat yang progresif secara ekonomi, berbanding terbalik dengan kehidupan sosial dan kultural yang mengalami degradasi. Pada kenyataannya, apa yang ditawarkan oleh area urban adalah infrastruktur artifisial yang dibangun dengan kerangka berpikir kapitalisme. Kondisi tersebut menempatkan manusia urban seperti berada di persimpangan dan seakan harus memilih jalan yang lebih baik. Karya tugas akhir ini dibuat untuk menangkap gejala tersebut dan menafsirkannya kembali.
Copyrights © 2013