Ketergantungan akan estetik dalam proses berkarya menimbulkan kesadaran akan pentingnya nilai estetik dalam kehidupan manusia, terutama dalam bersosialisasi. Padahal setelah ditelisik lebih jauh, keindahan tidaklah mutlak, selalu ada potensi buruk dalam hal â hal indah dan selalu ada potensi baik dalam hal â hal yang buruk. Pada akhirnya keindahan yang hanya sebatas fisik akan sia â sia ketika kehidupan berakhir.Representasi keindahan alam benda menggunakan hal â hal yang memiliki citra negatif, seperti buah busuk menjadi sesuatu yang memiliki nilai keindahan. Buah busuk yang pada kesehariannya dianggap sampah, dipisahkan dari kesehariannya dan diangkat menjadi sebuah karya seni melalui pendekatan realis dengan teknik mimesis, memberikan nilai keindahan yang baru.Seni sebagai alat untuk menyalurkan kegelisahan merupakan upaya untuk mengubah pandangan akan karakter yang pada umumnya memiliki nilai negatif, sehingga dapat menyerap nilai â nilai moral yang baik.
Copyrights © 2013