Pengadaan formulir rekam medis rumah sakit memerlukan metode yang tepat karena menyangkut penggunaan anggaran. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan anggaran pengadaan formulir rekam medis rawat jalan rumah sakit selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran pengadaan formulir masih menggunakan metode kualitatif sehingga keakuratan dapat diragukan. Biaya satuan dan jumlah cenderung meningkat. Peramalan kebutuhan formulir rawat jalan tahun 2018 dengan Metode Least Square di hitung dari data Januari s/d Agustus 2018 dengan persamaan tren linier Y = 2,092 + 14,55X, sehingga kebutuhan formulir tahun 2018 sejumlah 25.803 set. Kebutuhan formulir rawat jalan tahun 2019, 2020 dan 2021 dihitung dengan persamaan tren linier Y = 23,325 + 2,482X. Proyeksi tahun 2019 sejumlah 28.289 set, tahun 2020 sejumlah 30.771 set dan tahun 2021 sejumlah 33.253 set. Unit cost di hitung dengan asumsi inflasi APBN tahun 2018 sebesar 3,13%. Harga satuan hasil perhitungan tahun 2019 sebesar Rp 4.795,-, tahun 2020 sebesar Rp 4.945,- dan tahun 2021 sebesar Rp 5.100,-, sehingga kebutuhan anggaran tahun 2019 sejumlah Rp 135.662.173,-, tahun 2020 sejumlah Rp 152.196.899,- dan tahun 2021 sejumlah Rp 169.617.228,-. Disarankan agar perhitungan kebutuhan formulir dilakukan dengan metode statistik serta memanfaatkan data di bagian rekam medis.
Copyrights © 2022