Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi

BETHEK-SINOMAN: MEMUPUK GOTONG ROYONG, MENOPANG ANJANGSANA, DAN MEMELIHARA JATI DIRI MASYARAKAT TENGGER

Zulya Rachma Bahar (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2022

Abstract

Penelitian ini berupa mengungkap nilai kerja bersama dalam toleransi yang terwujud dalam ungkapan, tuturan, atau ekspresi lisan (oral), tindak/gerak atau perilaku simbolik ekspresi folkloristik tradisi bethek-sinoman.  Penelitian yang bertempat di Desa Tengger wilayah, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model/desain etnografi. Model ini mampu mengkaji peristiwa kultural, yang menyajikan pandangan hidup subjek sebagai objek studi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bethek-sinoman memiliki andil kuat bagi tegaknya pilar-plar tradisi. Jiwa kegotong-royongan  bertumbuh subur karena  terpupuk oleh tradisi, sebaliknya tradisi yang terus-menerus bertumbuh telah memberikan ruang eksistensi bagi semangat gotong royong, baik dalam wujud  membantu dalam hajatan personal atau bahu-membahu dalam hajatan upacara desa. Selain gotong royong, nilai-nilai anjangsana juga mengakar dalam tradisi ini. Lebih jauh, anjangsana mampu memelihara spirit toleransi dalam masyarakat Tengger yang semakin majemuk.  Beberapa jati diri masyarakat Tengger yang terepresentasikan dalam tradisi bethek-sinoman adalah sungkan, tepat janji, dan totalitas. Ketiga sikap itu menandakan bahwa masyarakat Tengger saling menghargai antar sesama tanpa  membeda-bedakan penduduk asli atau bukan, agama asli atau bukan. Ketika tradisi bantu-membantu secara sukarela ini mengakar dalam kehidupan sosio-kultural, jati diri wong Tengger semakin menemukan area eksistensi. Bethek-sinoman menjadi roh sekaligus nafas yang menghidupkan tradisi.Kata Kunci: bethek-sinoman, anjangsana, gotong-royong, jati diri masyarakat Tengger  

Copyrights © 2021