Kesantunan merupakan aspek kebahasaan yang amat penting, karena kesantunan dapat memperlancar interaksi antar individu. Kesantunan berbahasa mulai dikenalkan anak-anak sejak kecil melalui lingkungan social mereka. Anak-anak mulai dikenalkan bagaimana menyapa orang dengan santun, menyampaikan keinginan dengan beretika, mengungkapkan keingintahuan, mengungkapkan ketidak setujuan tanpa teriakan dan intonasi suara yang tinggi, dan sebagainya.Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif fenomenologi yaitu penelitian yang meneliti fenomena kebahasaan yang bersifat natural. Metode pengumpulan data, peneliti sesuaikan dengan kondisi dilapangan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik simak bebas libat cakap dapat dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa tanpa ikut berpartisipasi dalam proses pembicaraan dan teknik catat dilakukan dengan teknik menjaring data dengan mencatat hasil penyimakan pada suatu data tertentu. Teknik catat ini ditujukan untuk mengamati fenomena-fenomena kebahasaan yang terjadi. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah anak-anak peserta didik di kelas B1 dan B2 Raudhatul Athfal (RA) Asy-Syafi’iyah T/A 2018/2019 kota Kendari.Hasil penelitian ini menemukan kesantunan bahasa anak di lingkungan keluarga sangat ditentukan situasi dan keadaan lingkungan. Hal ini di jumpai pada anak yang berasal dari lingkungan pasar memiliki bahasa yang berbeda dalam berkomunikasi. Melalui pembelajaran di RA Asy-Syafi’iah, para siswa di ajarkan bagaimana bahasa yang sesungguhnya dalam arti penggunaan bahasa untuk berinteraksi berkomunikasi dengan orang lain atau sesamanya. Anak menggunakan tuturan imperatif sebagai penanda kesantunan melalui tuturan seperti salam, mohon izin, terima kasih, dan larangan. Selanjutnya kesantunan bahasa anak RA Asy-Syafi’iyah yang berasal dari lingkungan pasar memiliki dampak kesantunan bahasa dalam hal ini Intonasi suara anak pada saat berbicara, begitu pula melalui Isyarat-isyarat kinestetik anak.
Copyrights © 2019