Komunikasi antarbudaya berlangsung dengan serta latarbelakang budaya, kebiasaan, norma dan adat istiadat yang berbeda yang dapat membantu suatu sistem kehidupan bersama yang saling mengadakan penyesuaian. Pola penyesuaian inimelibatkan suatu konteksmanipulasi identitas etnik yang secara langsung mengefektifkan suatu proses komunikasi antarbudaya. Penelitian ini berfokus dan bertujuan untuk mengetahui pola manipulsai identitas etnik Jawa pada saat mereka meninggalkan daerah asal kemudian beradaptasi dan berinteraksi dengan budaya baru yakni budaya Bugis-Makassar di kota Makassar. Hasil penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi adalah bahwa pola manipulasi identitas etnik Jawa dalam komunikasi antarbudaya cenderung mempertahankan identitas etnik meliputi logat atau dialek bahasa. Kebanggaan sebagai etnik Jawa, pandai berbahasa Bugis-Makassar dan memahami adat istiadat Bugis-Makassar sebagai upaya untuk beradaptasi. Manipulasi identitas etnik ini merupakan kombinasi dari dinamika hubungan antara konteks dan hasil konstruksi. Komunikasi antarbudaya dalam melakukan manipualsi identitas etnik Jawa tetap meneguhkan kejawaannya, pergaulan yang luas dengan identitasetnik lainnya.Berfungsi sebagai karakter dan peran dari seorang individu untuk memikirkan dirinya sebagai bagian dariposisi sosial tertentu untuk diterima.
Copyrights © 2012