Kompetisi media menjadi lebih kuat. Tidak hanya di media mainstream, tetapi juga media lokal. Untuk bertahan, media membutuhkan dana yang didapat dari penjualan dan iklan. Masalah yang sama juga di media lokal. Banyak media lokal berkembang, tapi juga banyak yang mati karena minim dana. Pengiklan segan pada media lokal karena segmentasi audiensnya tidak jelas dan kurang ditata secara profesional. Hal tersebut yang membuat media lokal jatuh di mata pengiklan. Penelitian ini menggunakan metode case study. Yakni mempelajari bagaimana komunitas berbasis media lokal, yakni majalah media kawasan kelapa gading yang memiliki nilai baik sehingga menarik lebih banyak pengiklan. Penelitian menunjukkan, branding dari majalah media kawasan kelapa gading bukan proses yang instan melainkan evaluasi berkala.
Copyrights © 2013