Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui ketuntasan belajar kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran DSCI dengan asesmen Polya; (2) menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran DSCI dengan asesmen Polya, DSCI saja, dan ekspositori; (3) mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa yang terbaik; (4) mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran DSCI dengan asesmen Polya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 18 Semarang tahun pelajaran 2013/2014. Menggunakan teknik simple random sampling, terpilih siswa kelas VIII C (kelompok eksperimen 1), siswa kelas VIII A (kelompok eksperimen 2), dan siswa kelas VIII G (kelompok kontrol). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji proporsi, anava satu jalur, uji LSD, dan uji Gain Ternormalisasi.Simpulan yang diperoleh adalah: (1) siswa yang dikenai pembelajaran DSCI asesmen Polya mencapai ketuntasan; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran DSCI asesmen Polya, melalui pembelajaran DSCI, dan melalui pembelajaran ekspositori; (3) kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran DSCI dengan asesmen Polya terbaik dibandingkan dengan yang lainnya; (4) ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pembelajaran DSCI dengan asesmen Polya sebesar 0,6 (sedang).
Copyrights © 2015