Artikel ini membahas tentang pergumulan para lansia yang tidak dapat mengikuti kegiatan-kegiatan gerejawi secara langsung selama masa pandemi COVID-19. Pembatasan perjumpaan secara langsung menjadi tantangan tersendiri bagi gereja, secara khusus dalam melayani kaum lansia. Untuk mengatasi persolan tersebut, maka desain pendidikan Kristiani kepada kaum lansia harus memerhatikan kebutuhan utama kaum lansia di masa pandemi ini. Gereja harus memikirkan model pendidikan Kristiani yang tepat untuk membina kaum lansia. Gereja harus memberikan perhatian dan kepedulian yang dikemas dengan cara-cara yang kreatif dengan mempertimbangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat membantu kaum lansia untuk tetap bisa mengembangkan potensi dirinya. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) untuk menggali apa yang menjadi kebutuhan kaum lansia untuk mendapatkan pendidikan Kristiani di tengah keterbatasan mereka di era pandemi COVID-19. Penulis mempertimbangkan tawaran Gentzler tentang desain pendidikan Kristiani bagi kaum lansia yang disebut dengan model pelayanan SENIORS, yaitu Spirituality, Education, Nutritition and Health, Intergenerational Opportunities, Outreach, Recreation, dan Social Activities. Tujuh bidang ini harus diperhatikan dalam melakukan pendidikan Kristiani bagi kaum lansia, sehingga mereka tidak menjadi terabaikan selama pandemi.
Copyrights © 2021