Sejak tahun 2020 pandemi COVID-19 menyebar begitu cepat di seluruh dunia dan menghantam aspek penting dalam kehidupan jemaat (masyarakat). Berangkat dari hal tersebut penulis memandang bahwa dengan menghidupkan kembali fungsi pargodungan sebagai pusat transformasi jemaat melalui rekonstuksi imajinatif pargodungan, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dapat terus melakukan pembangunan jemaat pada masa krisis dan paska krisis. Rekonstuksi imajinatif pargodungan menggunakan lensa eklesiologi historis yang menjadi alat ukur untuk menelisik sekaligus mengkaji ulang teologi dan misi pargodungan pada masa lalu. Pargodungan adalah kompleks gereja yang menjadi pusat (pangkalan) pekabar Injil untuk melakukan berbagai upaya menghadirkan transformasi bagi masyarakat Batak melalui berbagai pelayanan di dalam gereja, sekolah, dan rumah sakit. Bertolak dari hal tersebut penulis menawarkan model pargodungan yang kembali melaksanakan fungsinya sebagai ruang bersama bagi pembangunan jemaat melalui peningkatan ekonomi, pendamping pendidikan di sekolah, dan penyedia ruang isolasi mandiri bagi warga jemat penderita virus COVID-19.
Copyrights © 2021