Abstrak: Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menganyam kerajinan bambu pada kelompok pengerajin Pandan Harum di Desa Selat. Di desa ini, terdapat potensi hutan bambu yang belum dimanfaatkan secara maksimal melalui penciptaan produk kerajinan yang bernilai tambah. Permasalahan yang dialami yaitu belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan kerajinan berbahan dasar bambu. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode PALS dengan tahapan-tahapan kegiatan, yakni persiapan kelompok pengerajin agar memahami kondisi dan potensi hutan bambu di Desa Selat, serta upaya inovatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penghasilan. Kedua, tahap pelibatan partisipasi aktif seluruh anggota kelompok pengerajin untuk membangun, mengelola, dan membesarkan usaha produktifnya. Ketiga, tahap pendampingan aktivitas anggota kelompok mitra dalam memberdayakan dirinya secara berkelanjutan. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi sebelum produk dipasarkan. Hasil yang diperoleh adalah pertama, kapasitas produksi meningkat sebesar 23%. Kedua, kelompok pengerajin telah berhasil menguasai penganyaman kerajinan bambu berupa sokasi. Ketiga, segmen pasar juga diperluas, tidak hanya di Buleleng saja tapi di seluruh Bali.Abstract: Bamboo handicraft business can increase farmers' income and increase income distribution so as to reduce social inequality in rural areas. In Selat Village, there is a potential for bamboo forests that has not been fully utilized through the creation of value-added handicraft products. The problem experienced is that they do not have the knowledge and skills in producing handicrafts made from bamboo. The implementation method used is the PALS method with stages of activity, namely first to raise the awareness of the craftsman group to understand the condition and potential of the bamboo forest in Selat Village, as well as innovative efforts that can be made to increase income. Second, the stage of involving the active participation of all members of the craftsman group to build, manage, and grow their productive businesses. Third, the stage of overseeing the activities of partner group members in empowering themselves in a sustainable manner. At this stage an evaluation is also carried out before the product is marketed. The results obtained are first, production capacity increased by 23%. Second, the craftsmen group has succeeded in mastering the weaving of bamboo crafts. Third, the market segment is also expanded, not only in Buleleng but throughout Bali.
Copyrights © 2022