Permintaan pasar dalam maupun luar negeri terhadap produk tuna dalam bentuk segar, beku dan kaleng mengalami peningkatan, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan produksinya. Upaya peningkatanproduksi tuna di suatu daerah harus didasari dengan informasi tentang status sumberdaya ikan tuna tersebut, yaitu jumlah stok dan tingkat produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna Madidihang (Thunnus albacores) di perairan Kepulauan Banda. Data diperoleh dengan metode survey terdiri dari total hasil tangkapan dan jumlah alat tangkap yang dihitung satu kali melakukan operasi penangkapan dalam satu bulan selama 7 tahun (2000 – 2006) yang dianalisis dengan model Schaefer. Produksi ikan tuna Madidihang (Thunnus albacores) cenderungmengalami penurunan selama 7 tahun (2000 – 2006). Hasil potensi maksimum lestari (MSY) yang diperoleh sebesar 499,42 ton dan upaya optimum (fMSY ) sebanyak 6.704 unit. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna Madidihang (Thunnus albacores) di perairan Kepulauan Banda selama 7 tahun (2000 – 2006) dengan persentase rata-rata sebesar 89,59%.
Copyrights © 2018