Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir

BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG TERTANGKAP DENGAN MINI PURSE SEINE (Jaring Bobo) DI PERAIRAN KEPULAUAN BANDA MALUKU TENGAH

Budiono Senen (Sekolah Tinggi Hatta-Sjahrir)
Sahdan La Aci (Sekolah Tinggi Hatta-Sjahrir)



Article Info

Publish Date
17 Feb 2021

Abstract

Penangkapan ikan layang (Decapterus macrosoma) di perairan kepulauan Banda Naira pada umumnya dilakukan dengan menggunakan jaring bobo (purse seine). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa aspek biologi ikan layangseperti; tingkat kematangan gonad, faktor kondisi, nisbah kelamin dan hubungan panjang berat. Lokasi penelitian di sebelah utara pulau Naira, kemudian data dianalisa, analisa hubungan panjang berat ikan dilakukan dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Hide (1963) dalam Effendie (1979) dengan rumus sebagai berikut: W = aL b dengan W adalah berat ikan (gram), L adalah panjang ikan (mm), serta a dan b adalah konstanta (Effendie 1979). Analisa nisbah kelamin dihitung dengan cara membendingkan jumlah ikan jantan atau ikan betina dengan jumlah ikan keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. Faktor kondisi dihitung dengan sistem metrik (Effendie, 1979) dengan rumus K = W observasi / W kalkulasi dengan keterangan K adalah Faktor kondisi tiap ikan, W observasi adalah Berat tubuh ikan saat observasi (gram) dan W kalkulasi adalah Berat tubuh ikan berdasarkan formula yang diperoleh (gram). Jumlah ikan layang (Decapterus sp) pada penelitian sebanyak 186 ekor yang terdiri dari 83 ekor ikan jantan dan 103 ekor ikan betina. Pada ikan jantan nilai b > 3 (allometrik positif) dan ikan betina nilai b > 3 (allometrik positif). Secara keseluruhan, ikan layang jantan mendominasi TKG I, V dan II, sedangkan ikan betina mendominasi TKG I, II dan V. Dengan presentasi secara keseluruhan ikan jantan 48,4 % dan ikan betina 51,6 %. Umumnya perbedaan jumlah ikan layang yang tertangkap oleh nelayan berkaitan dengan proses alamiah dari strategi reproduksi ikan tersebut. Faktorkondisi relatif terendah ikan layang jantan adalah 0,622 – 1,557 dengan nilai tertinggi pada minggu ke-IV dan ikan layang betina adalah 0,491 – 1,538 dengan nilai tertinggi pada minggu ke-III. Perbedaan nilai faktor kondisi ikan layang diduga karena daerah operasi penangkapan ikan layang merupakan tempat mencari makan, sehingga terjadi persaingan dalam memanfaatkan sumber makanan yang sama untuk kelangsungan hidup ikan layang tersebut.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

munggai

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Social Sciences

Description

MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA ...