Batik adalah salah satu pilar ekonomi dan motor perubahan di Kota Pekalongan, beberapa tahun setelah milenium antusiasme masyarakat terhadap batik mulai berkembang seiring dengan semakin besar minat batik di kalangan internasional. Hingga saat ini, antusiasme masyarakat begitu besar teerhadap batik, salah satunya terhadap batik khas dari Kota Pekalongan, sehingga Kota Pekalongan didaulat UNESCO sebagai jaringan kota kreatif. Kota Pekalongan merupakan salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa tengah yang dijuluki sebagai Kota Batik dan juga menjadi salah satu sentra industry batik di Insonesia. Letaknya yang berada di jalur arteri primer penghubung kota – kota besar yaitu Jakarta - Semarang – Surabaya yang selalu ramai dengan Pengguna jalan Shingga perlunya merancang Rest Area sebagai tempat untuk para pengguna jalan yang beristirahat sejenak selama perjalanan jauh. Perancangan Galeri Batik dan Rest Area di Pekalongan dengan mengusung konsep green architecture bertujuan untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia serta lingkungan dan juga sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap perubahan iklim global.
Copyrights © 2021